Sekilas Tentang Ilmu Pengetahuan Alam

Monday, April 2, 20120 komentar


Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berasal dari bahasa Inggris “science”, yang dalam arti luas terdiri atas ilmu pengetahuan social dan ilmu pengetahuan alam (natural science). IPA adalah ilmu pengetahuan yang telah diuji kebenarannya melalui metode ilmiah. Dalam artian metodenya yang menentukan apakah pengetahuan itu ilmiah atau tidak. Metode ilmiah merupakan cirri khusus yang dapt dijadikan identitas dari IPA.


Para ilmuwan mempunyai pendapat yang berbeda mengenai IPA, diantaranya:

(Nash, 1963) dalam bukunya The Nature of Nature Science: “science is a way of looking at the world”. IPA dipandang sebagai suatu cara/metode untuk dapat mengamati sesuatu, dalam hal ini adalah dunia. Cara memandang IPA itu bersifat analisis, ia melihat sesuatu secara lengkap dan cermat serta dihubungkannya dengan obyek lain sehingga keseluruhannya membentuk perspektif baru tentang obyek yang diamati tersebut. Lebih lanjut Nash menandaskan bahwa “The whole science in nothing more than a refinement of everyday thinking” . pola piker yang tidak sama dengan pola piker sehari-hari, berpikirnya harus menjalani “refinement” sehingga cermat dan lengkap.

Pendapat Nash ini diperkuat oleh Einstein (Nash. 1963) bahwa: “Science is the attempt to make the chaotic diversity of our sense experience correspond to a logically uniform system of thought. In this single experiences must be correlated with thw theoretic structure in such a way that the resulting coordination is unique and convincing”. IPA dipandang sebagai a logically uniform system of thought. IPA merupakan sutu pola piker logis dan seragam. Inilah metode ilmiahnya.

(Bernal, 1969) dalam bukunya “scence in history” mengatakan ilmuwan mempunyai pendapat yang berbeda untuk menjawab pertanyaan “apa manfat dan arti dari IPA. Pada awalnya, IPA diartikan sebagai pengetahuan umum yang berisi apa saja yang diketahui manusia kemudin berkembang menjadi pengetahuan yang benar secara rasional artinya bebas dari takhayul atau kepercayaan. Kemudian erkembang lagi sebagai pengetahuan ilmiah yang rasional dan obyektif. Pekerjaan manusia dapat mempengaruhi pandangannya terhadap sesuatu. Artinya suatu obyek yang sama akan diartikan sangat berlainan oleh orang yang mempunyai latar belakang pekerjan yang berbeda.

Contoh sebagai tanggapan terhadap suatu onyek sapi. Kalau kita Tanya kepada pak tani: sapi itu apa sih pak? Pak tani jawab: sapi adalah sejenis kerbau tapi kulitnya putih, digunakan untuk membajak sawah atau menarik gerobak. Pertanyaan yang sama untuk guru biologi, mungkin saja guru itu menjawab: sapi itu termasuk kelas mamalia berkaki empat, menyusui, dsb. Lain halnya dengan ahli gizi kita bertanya dan menjawabnya: sapi termasuk binatang yang berkadar protein tinggi, dagingnya lebih lunak dari daging kerau dan seterusnya. Di sisi lain pengusaha mungkin menjawab seputar pertanyaan yang sama bahwa: sapi itu termasuk golongan komoditi ekspor non migas.

Dari jawaban-jawaban tersebut  menurut Bermal untuk dapat memahami IPA haruslah melalui pemhaman dari berbagai segi yakni dengan menonjolkan adanya lima aspek IPA yang dapat dipandang sebagai:

a.   institusi, yaitu eksistensinya dalam masyarakat yang merupakan satu bidang profesi seperti halnya bidang-bidang profesi yang lain, misalnya bidang hokum, kedokteran, dll.
b.   Metode sebagai suatu yang mempunyai langkah-langkah tertentu yang merupakan pola berpikir deduktif maupun induktif
c. factor utama untuk memelihara dan mengembangkan produksi merupakan kumpulan pengetahuan ilmiah yang telah disusun secara logis dan sistematis,
d.   sebagai suatu alat untuk menguasai dan memelihara alam serta mengembangkan produksi guna kesejahteraan manusia.
e.   dan factor utama yang mempengaruhi kepercayaan dan sikap manusia terhadap alam semesta dan manusia.

Nagel dalam bukunya Philosophy of Science Today (Morganbesser,1967) berpendapat bahwa:

1.  tujuan IPA sebagai alat untuk menguasai alam dan untuk memberikan sumbangan untuk kesejahteraan manusia. Contoh: berbagi keuntungan uang  didapat dari IPA dan teknologinya di bidang kesehatan dan industry.
2.   IPA dapat dilihat sebagai suatu pengetahuan yang sistematik dan tangguh dalam arti suatu hasil atau kesimpulan yang didapat dari berbagai peristiwa
3.    IPA dilihat sebagai metode merupakan suatu logika yang umum digunakan untuk menilai suatu masalah.

Dalam bukunya UNESCO handbook unesco science bahwa science is what scienticsts do. IPA adalah apa saja yang dikerjakan oleh ilmuwan IPA yakni : mengumpulkan pengetahuan ilmiah sehingga menjadi body of scientifitic knowledge dan proses untuk mendapatkan scientifitic knowledge itu. Science is a collection of well attested theories which explain they patterns and regulatiers and irregulatiers amoung carefully studied phenomena. Jika diartikan secara bebas maka seperti ini IPA adalah sekumpulan teori-teori yang telah diuji kebenarannya, menjelaskan tentang pola-pola dan keteraturan maupun keteraturan dari gejala yang telah diamati secara saksama. IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan, dalam hal ini adalah teori-teori dan IPA adalah menjelaskan fungsi dari pengetahuan atau teori itu yaitu menjelaskan adanya pola hubungan antara berbagai gejala alam.
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SAHABAT PENA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger