Kisah singkat Nabi Nuh a.s

Friday, May 25, 20121komentar

Nama pertamanya adalah Abdul Malik. Disebut Nuh karena dia selalu meratapi umatnya selama 500 tahun. Menurut Ibnu Katsir bahwa Nuh diutus untuk kaum Bani Rasib, dia lahir 126 sepeninggal Nabi Adam a.s.
Suyuti menceritakan bahwa nama Nuh bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi dari bahasa Syriac yang artinya “Bersyukur” atau “selalu berterima kasih”. Hakim berkata, dinamakan Nuh karena seringnya dia menangis, namanya adalah Abdul Ghafar (Penyembah Tuhan yang dilupakan).
Nuh adalah nabi keempat sesudah Adam, Shiyth, dan Idris. Dia merupakan keturunan kesembilan dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris. Nabi Nuh menrima wahyu kenabian dari Allah dalam masa fatrah, masa kekosongan diantara dua rasul di saat itu biasanya manusia secara berangsur-angsur melupakan ajaran agama yang dibawa oleh nabi yang meninggalkan mereka dan kembali meninggalkan amal kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiatan di bawah pimpinan iblis.

Ibnu Abbas menceritakan bahwa nabi Nuh diutus pada kaumnya ketika berumur 480 tahun. Masa kenabiannya adalah 120 tahun. Dia mengarungi banjir ketika dia berumur 600 tahun dan kemudian setelah banjir dia hidup selama 350 tahun. Ibnu Abbas menceritakan bahwa suatu ketika Nabi Isa menghidupkan Ham Ibnu Nuh dan bertanya kepadanya mengapa rambutnya beruban, dia menjawab dia meninggal di saat usia muda karena ketakutannya ketika banjir. Dia berkata bahwa panjang kapal Nuh adalah 120 kubit dan lebarnya 600 kubit dan mempunyai tiga lapisan.

Menikah sebanyak dua kali. Istri pertama adalah ‘Amud. ‘Amudlah yang pertama kali beriman kepadanya. Darinya, lahir tiga orang anak: Sam, Yam, dan Ham. Kemudian menikah dengan Wahilah yang melahirkan dua orang anak: Yafits dan Kan’an.

Pekerjaan sehari-hari Nuh adalah sebagai pemahat batu.

Kurang lebuh selama 300 tahun Nabi Nuh berdakwa secara sirriyah (sembunyi-sembunyi). Setelah itu, Allah memerintahkan untuk berdakwah secara jahiriyah (terang-terangan). Nabi Nuh diutus kepada Bani Rasib yang dipimpin seorang raja bernama Darmasil. Darmasil adalah sosok penguasa tiran dan penyembah banyak berhala, diantaranya Wad, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Natsra. Kemudian selama 50 tahun, dia menyeru Bani Qabil yang sama-sama menyembah berhala.

Inti ajaran Nabi Nuh adalah tauhid, shalat, puasa, amar makruf, dan nakhyi munkar, namun dakwah dibalas dengan angkara murka, sebagaimana dalam Al-Qur’an Allah brfirman:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan”. (QS. Hud, 11: 25-26)

Mereka dimusnahkan karena menolak dakwah Nabi Nuh a.s dan Allah berfirman dalam Al-Quran dengan jelas.

Maka, mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta. (QS. Al-A’raf, 7:64)                                       

Sumber: Syaamil Al-Qur'an....
Silahkan kunjungi website ini http://www.khodijahenterprise.com/
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

May 31, 2012 at 2:44 AM

Untuk mengetahui kerumitan apa yang harus dihadap Nabi Nuh guna menyelamatkan dunia, silakan lanjut ke tulisan berikut:
Susahnya Jadi Nabi Nuh

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Khadijah Tabrani - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger