Pengolahan Data

Sunday, June 24, 20120 komentar

Pengolahan Data. Tesis merupakan salah satu karya ilmiah dimana setiap mahasiswa pascasarjana wajib membuat  tesis sebagai salah satu syarat memperoleh gelar megister. Untuk itu setiap mahasiswa harus mengetahui bagaimana menyusun sebuah tesis yang baik. Penulisan tesis yang baik tidak terlepas dari mengangkat suatu masalah hingga mencari solusi yang tepat untuk penyelesaian masalah tersebut.
Bagian-bagian tesis, mulai dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitia, kajian pustaka, hingga metode penelitian adalah merupakan bagian-bagian yang harus diperhatikan, maksudnya masalah yang dingkat harus sesuai dengan proses pemecahan masalah (metode penelitian)sampai pada solusi dari masalah tersebut, apakah menjawab dari masalah yang diangkat atau yang sedang terjadi/diteliti.

Salah satu bagian dari penulisan sebuah tesis yaitu metode penelitian. Ada beberapa poin dalam metode penelitian diantaranya yaitu tehnik pengumpulan data atau metode pengumpulan data. Didalam makalah ini, istilah tehnik pengumpulan data dan metode pengumpulan data kami samakan dengan pertimbangan bahwa buku refrensi yang kami jadikan sebagai acuan ada yang menyamakan namun ada juga didapat bahwa tehnik terkait dengan metode, atas pertimbangan bahwa pengertian tehnik adalah sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.
Uraian tentang tehnik pengumpulan data, jenis data dan sumber data akan dibahas lebih lanjut pada pembahasan berikut ini:
:)
Pembahasan
Penelitian merupakan suatu aktifitas ilmiah yang dilakukan untuk menyelidiki, menjelaskan dan/atau menyelesaikan permasalahan  tertentu. Seperti yang dikemukakan sebelumnya bahwa poin dalam metode penelitian diantaranya adalah tehnik pengumpulan data. Sebelum membahas lebih lanjut tentang tehnik pengumpulan data, terlebih dahulu dibahas tentang yang mana dimaksud data dalam sebuah penelitian.
Data adalah hasil pencatatan peneliti, baik yang berupa fakta ataupun angka. Dari SK Menteri P dan K No. 0259/U/1977 tanggal 11 juli 1977 disebutkan bahwa data adalah segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi, sedang informasi adalah hasil pengolahan data yang dipakai untuk suatu keperluan.
Tidak jauh berbeda dengan di atas bahwa data adalah hasil pengukuran sebuah peubah (variabel)(Tiro, 2000:1). Data merupakan suatu informasi atau fakta dan biasanya dinyatakan dalam bentuk angka (Tiro,2000:3). Jadi dapat disimpulkan bahwa data adalah hasil pengukuran sebuah variable yang dapat memberikan suatu informasi atau fakta.  

Tehnik pengumpulan data

1.Kuesioner (angket)

Kuesioner (angket) adalah tehnik pengumpulan data yang berupa daftar pertanyaan yang disampaikan kepada responden untuk dijawab secara tertulis atau dengan kata lain peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden. Biasanya menggunakan skala likert.
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang diketahui.Kuesioner dipakai untuk menyebutkan metode maupun instrumen. Jadi dalam menggunakan metode angket atau kuesioner instrumen yang dipakai adalah angket atau kuesioner. 

Angket atau kuesioner dijawab atau diisi oleh responden dan peneliti tidak selalu bertemu langsung dengan responden, maka dalam penyusuna angket perlu diperhatikan beberapa hal yaitu:
Sebelum butir-butir pertanyaan atau pernyataan ada pengantar atau petunjuk pengisian.
Butir-butir pertanyaan dirumuskan secara jelas menggunakan kata-kata yang lazim digunakan (popular), kalimat tidak terlalu panjang.
Untuk setiap pertanyaan atau pernyataan terbuka dan berstruktur disediakan kolom untuk menuliskan jawaban atau respon dari responden secukupnya.

Bentuk-bentuk penyusunan angket meliputi:
a.      Angket berstruktur, yakni angket yang menyediakan kemungkinan jawaban
b.      Angket tak berstruktur, yakni angket yang tidak jawaban.

Jenis kuesioner (angket)dapat dibeda-bedakan dari berbagai  sudut pandang :
Dipandang dari cara menjawabnya, maka ada:
* Kuesioner terbuka, yang memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimat sendiri.
* Kuesioner tertutup, yang sudah disediakan jawabanya sehingga responden tinggal memilih.
Dipandang dari jawaban yang diberikan ada:
* Kuesioner langsung, yaitu responden menjawab tentang dirinya
* Kuesioner tidak langsung, yaitu jika responden menjawab tentang orang lain

Dipandang dari bentuknya maka ada:
* Kuesioner pilihan ganda, yang dimaksud adalah sama dengan kuesionr tertutup.
* Kuesioner isian yang dimaksud adalah kuesioner terbuka.
* Chek list sebuah daftar dimana responden tinggal membubuhkan tanda chek  pada kolom yang sesuai.
* Rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pertanyaan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukan tingkatan-tingkatan. 

Kelebihan kuesioner sebagai berikut:
* Tidak memerlukan hadirnya peneliti.
* Dapat dibagikan secara serentak kepada responden.
* Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing menurut waktu senggang responden.
* Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur dan tidak malu-malu menjawab.
* Dapat dibuat berstandar sehingga semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama. 

Kelemahan kuesioner adalah sebagai berikut:
* Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak terjawab, padahal sukar diulangi diberikan kembali padanya.
* Seringkali sukar dicari validitasnya
* Walaupun dibuat anonim, kadang-kadang responden sengaja memberikan jawaban yang tidak betul atau tidak jujur
* Angket yang dikirim lewat pos pengembaliannya sangat rendah, hanya sekitar 20%. Seringkali tidak dikembalikan tertutama jika dikirim lewat pos menurut penelitian
* Waktu pengembaliannya tidak sama-sama, bahkan kadang-kadang ada yang terlalu lama sehingga terlambat

2. Wawancara (interview)
Wawancara (Interview), yaitu tehnik pengumpulan data yang bercakap-cakap dengan sumber data baik langsung maupun tidak langsung. Tehnik wawancara bertumpu kepada factor manusia sebagai alat pengumpul data.
Interview adalah usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk-dijawab secara lisan pula. ciri utama dari interview adalah kontak langsung dengan tatap muka (face to face relationship) antara si  pencari   informasi  (interviewer atau information hunter) dengan sumber informasi (interviewee).
Interview adalah “ dialog (interview) yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewee)” 

Jenis interview
* Interview bebas (tak berstruktur), yaitu pewawancara bebas menanyakan  data apa saja yang akan dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan peneliti.
* Interview terpimpin (terstruktur), yaitu interview yang dilakukan oleh pewawancara dengan membawa seperangkat pertanyaan lengkap dan terperinci.
* Interview bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara interview bebas dan interview terpimpin

Dilihat dari tujuan, wawancara dapat dibedakan atas
Personal interview
Dalam wawancara ini seorang pewawancara berhadapan langsung dengan seorang responden yang diwawancarai.
Group interview
Dalam wawancara ini sekelompok pewawancara berhadapan langsung dengan seseorang atau sekelompok responden.

Keunggulan wawancara sebagai berikut:
*Diperoleh informasi dalam suasana komunikasi secara langsung, yang memungkinkan seseorang memberikan data factual seperti mengungkapkan sikap, pikiran, harapan, dan perasaan.
* Rumusan pertanyaan dapat disesuaikan dengan daya tangkap yang diwawancara.
* Dapat ditanyakan hal-hal yang bersifat sensitive, seperti suasana keluarga, corak pergaulan dengan saudara kandung dan teman sebaya, penggunaan bahan narkotika, pengalaman seksual, dsb.
*Interview penting untuk memperoleh informasi, tidak hanya mengenai item-item yang factual namun juga mengenai sikap, ambisi dan harapan.
*Fact-Finding interview dapat digunakan karena data sebelumnya tidak jelas atau karena perasaan yang mendasari perlu ditemukan dan dipahami.

Kelemahan dari wawancara sebagai berikut :
* Memakan banyak waktu bagi petugas wawancara.
* Peserta wawancara berprasangka terhadap petugas wawancara dan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.
* Petugas wawancara mendengarkan terlalu selektif atau bertanya-tanya dengan cara yang sugestif.
* Pembuatan catatan memberikan kesan kepada siswa bahwa dia sedang berhadapan dengan petugas kepolisian.
* Interview mungkin mengubah informasi mengenai interview mereka sendiri, reaksi mereka, dan pengalaman mereka.
* Interview dapat menjadikan sumber kesalahan. Mereka dapat mencatat informasi karena “pendengaran yang selektif”. Mungkin mereka hanya gagal mendengarkan pernyataan interviewee yang bertentangan dengan opini,reaksi, sikap atau ide tentang situasi mereka sendiri.

3. Pengamatan (Observasi)
Pengamatan (Observasi), yaitu tehnik pengumpulan data dengan cara mengamati kegiatan tertentu. Tehnik ini banyak digunakan, baik dalam penelitian sejarah, deskriptif ataupun experimental, karena dengan pengamatan memungkinkan gejala-gejala penelitian dapat diamati dari dekat, pelaksanaan observasi menempuh tiga cara utama yaitu:

1) Pengamatan langsung
Yaitu pengamatan yang dilakukan tanpa perantara terhadap objek yang diteliti.

2) Pengamatan tak langsung
Yaitu pengmatan yang dilakukan terhadap suatu objek tanpa perantaraan suatu alat atau cara , baik dilaksanakan dalam situasi sebenarnya maupun buatan.

3) Partisipasi
Yaitu pengamatan yang dilakukan dengan cara ikut ambil bagian atau melibatkan diri dalam situasi objek yang diteliti.

Untuk memudahkan dalam perekaman data atau informasi yang diperoleh melalui observasi, perlu menggunakan beberapa instrument observasi, instrument tersebut antara lain:

1) Daftar cek
Pada suatu daftar cek semua gejala yang akan atau mungkin akan muncul pada suatu subjek yang menjadi objek penelitian, didaftar secermat mungkin sesuai dengan masalah yang diteliti, juga disediakan kolom cek yang digunakan selama mengadakan pengmatan.

2) Daftar isian
Daftar isian memuat daftar butir (item) yang diamati dan kolom tentang keadaan atau gejala tentang item-item tersebut.

3) Skala penilaian
Skala penilaian adalah pencatatan objek atau gejala penilaian menurut tingkatan-tingkatannya. Alat ini untuk meperoleh gambaran mengenai keadaan objek menurut tingkatannya masing-masing.

Kelebihan pengamatan (observasi):
Derajat kepercayaan tinggi.
Konteks sosial yang diamati belum dipengaruhi faktor lain (natural).
Tidak terbatas hanya pada manusia.
Dapat menggunakan alat bantu.

Kelemahan pengamatan (observasi)
Memerlukan waktu yang lama.
Kurang efektif mengamati gejala pada individu seperti sikap, motivasi, pandangan dan sebagainya.
Tidak dapat mengamati gejala yang peka / rahasia.
Tidak dapat mengamati gejala masa lampau.

4. Dokumentasi
Dokumentasi, yaitu tehnik pengumpulan dan menganalisis data dengan mengambil data yang sudah tercatat dalam dokumen (tertulis, gambar, maupun elektronik)
Dalam menggunakan metode dukumentasi, biasanya penelitian membuat instrument dokumentasi yang berisi instansi variable-variabel yang akan didokumentasikan dengan menggunakan dua cara, yaitu: (1) pedoman dukumentasi yang memuat garis-garis besar atau kategori yang akan dicari datanya dan, (2) check list untuk mencatat variable yang sudah ditentukan dan nantinya tinggal membubuhkan tanda cek ditempat yang sesuai.
Proses pengumpulan data :
*Menentukan bahan  yang dicari
*Mencari sumber bahan (data sekunder) yang diperlukan
*Melakukan content identification (dengan mempelajari substansi)
*Mencatat data/bahan dalam form pencatat dokumen
*Mengklasifikasi data dalam form pencatat sesuai permasalahan yang diteliti.

Dokumen dapat dibagi atas:
*dokumen pribadi
berisi catatan-catatan yang bersifat pribadi
*dokumen resmi 
berisis catatan-catatan yang sifatnya formal 

5. Tes
Tes yaitu tehnik pengumpulan data yang bersifat potensial, tes merupakan serentetan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, sikap, intelegensi, kemapuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok. Beberapa jenis tes yang bisadigunakan dalam pendidikan yaitu tes kepribadian, tes bakat, tes intelegensi, tes minat, tes prestasi  dan tes vokasional. 

Dijelaskan beberapa jenis tes sebagai berikut:
Tes kepribadian mengukur ciri-ciri kepribadian yang bukan khas bersifat kognitif, seperti sifat karakter, sifat temperamen, corak kehidupan emosional, kesehatan mental, relasi-relasi social dengan orang lain, serta bidang-bidang kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam penyesuaian diri. Tes Proyektif, meneliti sifat-sifat kepribadian seseorangmelalui reaksi-reaksinya terhadap suatu kisah, suatu gambar atau suatu kata; angket kepribadian, meneliti berbagai ciri kepribadian seseorang dengan menganalisa jawaban-jawaban tertulis atas sejumlah pertanyaan untuk menemukan suatu pola bersikap, bermotivasi atau bereaksi emosional, yang khas untuk orang itu.
Kelemahan Tes Proyektif hanya diadministrasi oleh seorang psikolog yang berpengalaman dalam menggunakan alat itu dan ahli dalam menafsirkannya.

Tes bakat mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam bidang studi tertentu, program pendidikan vokasional tertentu atau bidang pekerjaan tertentu, lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan intelektual (Test of Specific Ability; Aptitude Test ). Kemampuan khusus yang diteliti itu mencakup unsur-unsur intelegensi, hasil belajar, minat dan kepribadian yang bersama-sama memungkinkan untuk maju dan berhasil dalam suatu bidang tertentu dan mengambil manfaat dari pengalaman belajar dibidang itu.

Tes intelegensi adalah tes kemampuan intelektual, mengukur taraf kemampuan berfikir, terutama berkaitan dengan potensi untuk mencapi taraf prestasi tertentu dalam belajar di sekolah (Mental ability Test; Intelegence Test; Academic Ability Test; Scholastic Aptitude Test). Jenis data yang dapat diambil dari tes ini adalah kemampuan intelektual atau kemampuan akademik.

Tes minat mengukur kegiatan-kegiatan macam apa paling disukai seseorang. Tes macam ini bertujuan membantu orang muda dalam memilih macam pekerjaan yang kiranya paling sesuai baginya (Test of Vocational Interest).

Tes prestasi/hasil belajar (Achievement Test) adalah tes yang mengukur apa yang telah dipelajari pada berbagai bidang studi, jenis data yang dapat diambil menggunakan tes hasil belajar (Achievement Test) ini adalah taraf prestasi dalam belajar.

Tes perkembangan vokasional, tes ini mengukur taraf perkembangan orang muda dalam hal kesadaran kelak akan memangku suatu pekerjaan atau jabatan (vocation); dalam memikirkan hubungan antara memangku suatu jabatan dan cirri-ciri kepribadiannya serta tuntutan-tuntutan social-ekonomis; dan dalam menyusun serta mengimplementasikan rencana pembangunan masa depannya sendiri. Kelebihan tes semacam ini meneliti taraf kedewasaan orang muda dalam mempersiapkan diri bagi partisipasinya dalam dunia pekerjaan (career maturity). 

Jenis  Data
Jenis data dalam suatu penelitian dibedakan atas dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.
Jenis data menurut cara memperolehnya terbagi atas dua yaitu

Data Primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.

Data Sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data  statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.

Jenis data berdasarkan sumber datanya sebagai berikut:
Data Internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai,  data produksi padi, dsb.

Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.

Sesuai dengan sifat penelitiannya, pelaksanaan wawancara, observasi dan dokumentasi dalam penelitian kuantitatif berbeda dengan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif baik angket, wawancara, observasi maupun dokumentasi, umumnya dapat digunakan bentuk atau format instrumen: kategorikal (nominal), skala ordinal, skala interval, skala rasio, dan check-list. Dalam penelitian kualitatif bentuk-bentuk instrumen yang menghasilkan angka-angka tidak biasa digunakan. Yang biasa digunakan adalah bentuk deskriptif naratif kulaitatif. Dalam deskripsi tersebut mungkin juga ada angka-angka, tetapi angka tersebut dalam hubungan deskripsi naratif tersebut, dan ditafsirkan secara kualitatif.

Dalam bekerja dengan menggunakan statistika, semua data dinyatakan dalam bentuk angka atau bilangan.  Jadi untuk jenis data kualitatif terlebih dahulu dikuantitatifkan yang disebut suatu proses pengukuran. Hasil pengukuran dapat dibedakan atas empat macam skala sebagai berikut:

Skala nominal
Sakala nominal dapat dinyatakan sebagai ukuran yang tidak sebenarnya. Skor untuk setiap satuan pengamatan, atau individu hanya merupakan symbol atau tanda yang menunjukkan kedalam kelompokm atau kelas mana individu tersebut termasuk. Misalnya jenis kelamin dengan skor yang mungkin “1” untuk laki-laki dan “0” untuk perempuan.
Skala ordinal
Skala ordinal menunjukkan urutan (peringkat, tingkatan, atau rengking) di samping berfungsi sebagai pengelompokan (sakala nominal). Misal, peubah tingkatan dalam suatu rumah susun dengan angka 1,  2, 3,  ….
Skala interval
Sakala interval termasuk ukuran yang bersifat numeric, yaitu interval antara dua ukuran yang berbeda mempunyai arti. Misalnya temperatur dalam celcius; interval dari 0 sampai 20 derajat sama dengan interval dari 10 sampai 30 derajat, akan tetapi panasnya 30 derajat celcius tidak sama dengan tiga kali 10 derajat celcius, karena 0 derajat celcius tidak berarti panas tidak adasama sekali. Titik nol tidak merupakan titik mutlak.
Skala rasio
Sakala rasio mempunyai titik nol mutlak, contoh peubah umur dalam bulan, tinggi badan dalam meter dan lain sebagainya

Sumber Data
Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data diklasifikasikan menjadi tiga yaitu:
    * Person (data berupa orang) yaitu sumber data yang bisa memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket.
   * Place (berupa tempat) yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam (ruangan, kelengkapan alat, wujud benda, warna, dll) dan bergerak (aktivitas, kinerja, laju kendaraan, ritme nyayian, gerak tari, sajian sinetron, dll).
    * Paper (data berupa simbol) yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, atau symbol-simbol lain. Jadi tidak terbatas pada kertas saja bisa berwujud batu, kayu, tulang, daun lontar, dll

Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (pengamatan dan wawancara), dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen.  

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1997. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Hadeli. 2006. Metode Penelitian Kependidikan. Padang: Quantum Teaching
Hamidi. 2004. Metode Penelititan Kualitatif. Malang:Universitas Negeri Malang.
Khaeruddin, dkk. 2006. Metodologi Penelitian. Makassar:CV. Berkah Utami Makassar.
Narbuko, Cholid, dan Achmadi, Abu. 2005. Metodologi Pendidikan. Jakarta: PT. bumi Aksara.
Tiro,  M. A. 2000. Analisis Regresi dengan Data Kategori. Makassar: State University of Makassar Press.
Tiro,  M. A. 2000. Dasar-Dasar Satatistika. Makassar: State University of Makassar Press.

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SAHABAT PENA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger