Kisah At-Tin, Az-Zaitun, Tur Sinin, wa Hazal Baladil Amin

Tuesday, May 22, 20120 komentar

Nama-nama di atas merupakan ayat 1-3 dari Al-Qur’an surah At-Tin. Nama-nama itu diantaranya masih diperdebatkan: tin, zaitun, dn tursina. Mengenai kata Al-Balad Al-Amin (negeri yang aman), para ulama bersepakat bahwa negeri itu adalah Mekah. Adapun negeri yang dierkahi adalah Mekah dan Palestina.


Sejumlah pendapat, sebagaimana dikemukakan di atas, sebagian besar menyatakan bahwa Tursina mengarah kepada sekitar Baitul Maqdis di palestina. Namun,
sebagaimana diterangkan di atas ternyata ada pula yang mengaitkan bahwa surah At-Tin ayat 1-3 itu menunjukkan tiga tempat berbeda. Tempat-tempat berbeda yang dimaksud diantaranya adalah sebagai berikut.
Kata “wa at tin wa az zaitun” merujuk ke Palestina. Daerah ini dikenal dengan pohon Tin dan Zaitun yang sangat banyak. Tempat ini merupakan tempat Nabi Isa as ditugaskan sebagai Rasul dalam menyebarkan agama Tauhid (Nasrani).

Adapun mengenai kata “wa turi sinin” (demi bukit tursina), sebagian penafsir merujuk pda Nabi Musa as yang menyebrkan agama Yahudi di Mesir untuk melawan Fir’aun dan membela Bani Israil. Sementara itu mengeni kalimat wa hadza al balad al amin (dan demi kota/negeri yang aman ini), para ulama menyepakati bahwa negeri tersebut adalah Mekah.

Dari ketiga daerah dan kota yang diseutkan para musafir itu, mereka memaknai bahwa yang dimaksud dalam surah At-Tin ayat 1-3 adalah tiga negeri (kota) tempat tersebarnya agama samawi, yaitu agama Yahudi (di Mesir), Islam (Mekah), dan Nasrani (Palestina).

Jadi para musafir dalam memaknai surah At Tin ayat 1-3 itu terkait dengan penciptaan Allah swt atas diri manusia, sebagaimana ayat berikutnya.

“Allah bersumpah dengan menyebut tiga tempat lahirnya agama-agama samawi dalam rangka menguraikan fitrah kesucian manusia,” jelas Sayyid Quthb.

Namun demikian, pendapat lain menyatakan, At Tin adalah nama masjid Ashabul Kahfi. Menurut Ibnu Abbas, seorang penafsir besar, At Tin dalah masjid yang letaknya berada di Damsyik (Dimsyq).

Namun demikian, ada juga yang berpendapat bahwa At Tin adalah bukit tempat berlabuhnya perahu yang membawa Nabi Nuh a.s bersama orang-orang yang beriman atau tempat Nabi Ibrahim a.s mendapat wahyu Ilahi. Seperti diketahui Nabi Ibrahim a.s adalah bapak nabi-nabi (Abul Anbiya’) serta pengumandang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini mengisyaratkan bahwa keyakinan akan keesaan Allah haruslah menjadi pangkalan tempat bertolak dan pelabuhan tempat berlayar.

Seolah, ayat-ayat tersebut di atas bersumpah dengan tiga agama samawi yang diturunkan kepada Musa a.s Isa a.s, dan Muhammad saw. Hal yang demikian itu mengandung ruhul ukhuwah (semangat persaudaraan) diantara para nabi. Jadi pada dasarnya, agama mereka adalah satu sekalipun syariat mereka berbeda. “Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab. “Maksudnya ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Quran, “keculi sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada) diantara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya” (QS Ali-Imran, 3:19).

Sumber: Syaamil Al-Qur'an....
Silahkan kunjungi website ini http://www.khodijahenterprise.com/
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SAHABAT PENA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger