Sikap dan Minat Peserta Didik Terhadap Pembelajaran Fisika

Tuesday, April 10, 20120 komentar

Belajar bukanlah menghafal sejumlah fakta atau informasi yang diperoleh. Belajar adalah berbuat, memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk itu, perlunya strategi pembelajaran yang dapat mendorong aktivitas peserta didik. Aktivitas peserta didik meliputi aktivitas fisik dan aktivitas yang bersifat psikis seperti aktivitas mental. Guru sering lupa akan pentingnya aktivitas psikis dalam menyelesaikan masalah fisika.
Banyak guru yang jika mengajar hanya mentransfer pengetahuan atau informasi yang diperoleh kepada peserta didik tanpa melibatkan peserta didik dalam menyelesaikan masalah-masalah fisika, sehingga peserta didik kurang kreatif dalam menyelesaikan masalah fisika karena tidak diberinya kesempatan mengeluarkan ide atau pendapat mereka masing-masing. Artinya guru harus menyadari bahwa proses pembelajaran itu yang terpenting bukan hanya apa yang dipelajari, tetapi bagaimana cara mereka mempelajarinya. Kenyataan ini diperlihatkan dalam proses pembelajaran fisika, pada saat peserta didik memproses atau membangun cara berpikirnya dengan dan tanpa melakukan observasi langsung terhadap objek alam. Beberapa konsep fisika yang abstrak memerlukan kajian dengan melibatkan peserta didik untuk melakukan pengamatan-pengamatan sederhana dalam bentuk demonstrasi sehingga memudahkan mereka membangun cara berpikirnya untuk dapat memahami konsep tersebut.
Hal yang cukup berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik di sekolah adalah sikap dan minat belajar peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian I Dewa Putu nyeneng(2008: 11) yang berjudul “hubungan minat dan cara belajar dengan hasil belajar” setelah dianalisis diperoleh hubungan antara minat dan hasil belajar yang sangat kuat dan signifikan, ini dapat dilihat dari koefisien korelasi (r = 0,61) dan thit (5,16) > ttab (2,42).  Minat belajar yang tinggi berkorelasi dengan hasil belajar yang baik, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik di sekolah ini. Jika minat belajar peserta didik dapat ditingkatkan, maka dapat diharapkan bahwa hasil belajar peserta didik juga akan meningkat. Strategi meningkatkan minat belajar peserta didik sering menjadi masalah tersendiri bagi para guru karena terdapat banyak faktor baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi minat belajar peserta didik. Guru menerapkan prinsip-prinsip minat belajar peserta didik dalam desain pembelajaran, yaitu ketika memilih strategi dan metode pembelajaran. Pemilihan strategi dan metode tertentu ini akan berpengaruh pada minat belajar peserta didik.

Text Box: 1Ilmu Pengetahuan Alam sebagai ilmu terdiri dari produk dan proses. Produk Ilmu Pengetahuan Alam terdiri atas fakta (misalnya:orang menghirup udara dan mengeluarkan udara dari hidungnya), konsep: (misalnya: udara yang dihirup ke dalam paru-paru lebih banyak kandungan oksigennya dibandingkan udara yang dikeluarkan dari paru-paru, logam memuai bila dipanaskan), prinsip (misalnya: kehidupan memerlukan energi), prosedur (misalnya: pengamatan, analisis data, tabulasi data, pengukuran), teori (misalnya: teori asal mula kehidupan), hukum dan postulat (misalnya: hukum Boyle, Archimedes, Postulat Kock). Semua itu merupakan produk yang diperoleh melalui serangkaian proses penemuan ilmiah yang didasari oleh sikap ilmiah.

Sikap atau attitude adalah suatu konsep paling penting dalam psikologi sosial. Pembahasan yang berkaitan dengan psikologi (sosial) hampir selalu menyertakan unsur sikap baik sikap individu maupun sikap kelompok sebagai salah satu bagian pembahasannya. Menurut Mundilarto,(2002:5), pendidikan fisika harus dapat menjadi pendorong yang kuat untuk menumbuhkan sikap dan rasa ingin tahu serta keterbukaan terhadap ide-ide baru maupun kebiasaan berpikir analitis kuantitatif. Dalam diri peserta didik perlu ditumbuhkan kesadaran agar mereka dapat melihat fisika bukan semata-mata sebagai kegiatan akademik saja, tetapi terlebih lagi sebagai cara untuk memahami dunia tempat mereka hidup.

Sikap peserta didik terhadap fisika masih dianggap kurang, hal ini ditandai dengan sikap negatif peserta didik dalam proses pembelajaran. Peserta didik menampilkan sikap kurang bersemangat, kurang bergairah dan tidak siap dalam pembelajaran. Ada peserta didik yang terlihat minder/kurang percaya diri terhadap temannya yang pandai dalam pembelajaran fisika. Pada dasarnya peserta didik menganggap pembelajaran fisika ini hanya abstrak, pelajaran yang hanya berisi kumpulan rumus yang rumit, peserta didik tidak melihat adanya hubungan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-harinya, tidak memiliki keyakinan atau kepercayaan terhadap pelajaran ini akan menjamin masa depan mereka nantinya. Ketika diberikan suatu tanggungjawab berupa pekerjaan rumah merekapun kadang tidak senang.

Hal lain yang dinampakkan peserta didik adalah kurangnya minat belajar fisika yang ditandai dengan masih ada peserta didik yang kurang berpartisipasi dalam pembelajaran fisika, tidak segera mungkin mengumpulkan PR fisika, kurang berinisiatif memahami materi fisika sehingga konsentrasi dan ketelitian peserta didik dalam mengerjakan tugas fisika menjadi terganggu pada saat proses pembelajaran fisika berlangsung.
Fisika merupakan mata pelajaran yang banyak menuntut intelektualitas yang cukup tinggi sehingga sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam mempelajarinya. Akibatnya seringkali menimbulkan masalah pada saat proses pembelajaran fisika berlangsung. Gejala ini menunjukkan bahwa sikap dan minat peserta didik memiliki masalah yang berkaitan dengan proses pembelajaran fisika, sehingga peserta didik kurang termotivasi dalam mengikuti pelajaran fisika. Hal ini dapat menyebabkan hasil belajar fisika yang diharapkan sulit untuk dicapai. Keadaan yang demikian ini, akan lebih parah lagi apabila digunakan model pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik materi pelajaran yang akan dipelajari. 

Untuk itu diperlukan sebuah solusi yang dapat dilakukan agar pembelajaran menjadi bermakna dan lebih memberdayakan peserta didik. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan peserta didik menghafal fakta-fakta, tetapi sebuah strategi yang mendorong peserta didik mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Salah satu strategi belajar yang dimaksud adalah strategi belajar dengan pendekatan inkuiri berwawasan lingkungan yang juga merupakan salah satu bagian dari pendekatan kontekstual.

Gulo (dalam Trianto, 2009:193), menyatakan strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri adalah (1) keterlibatan peserta didik secara maksimal dalam proses kegiatan belajar; (2) keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran; dan (3) mengembangkan sikap percaya pada diri peserta didik tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri. 

Pembelajaran yang berwawasan lingkungan adalah pembelajaran yang menghubungkan peserta didik dengan lingkungannya sebagai sumber belajar untuk meningkatkan kepeduliannya terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi sehingga menumbuhkan sikap mencintai lingkungan.

Pembelajaran melalui pendekatan inkuiri berwawasan lingkungan adalah suatu rangkaian pembelajaran yang menghubungkan peserta didik dengan lingkungan yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat  merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.  

Pembelajaran fisika di MTsN 2 Makassar  khususnya di kelas VIII1  masih menerapkan metode pembelajaran konvensional, yaitu pelajaran yang sebahagian besar dengan penghafalan, pemilihan informasi ditentukan oleh guru, materi pembelajaran cenderung bersifat abstrak dan kurang konkrit, memberikan tumpukan informasi kepada peserta didik, dan penilaian hasil belajar peserta didik hanya melalui kegiatan akademik. Metode pembelajaran konvensional ini dianggap sebagai penyebab peserta didik malas untuk belajar, karena metode ini kurang menarik bagi peserta didik, dianggap fisika merupakan sekumpulan materi-materi yang harus dihafal, sehingga dapat mematikan gairah belajar sehingga sikap dan minat peserta didikpun kurang berkembang.
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SAHABAT PENA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger