Tipe-Tipe Pembelajaran Kooperatif

Monday, July 9, 20120 komentar

Tipe-Tipe Pembelajaran Kooperatif. Tipe Student Team Achievement Division ( STAD ). Tipe Student Team Achievement Division ( STAD ) merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, sehingga tipe ini dapat digunakan oleh guru-guru yang baru menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif. Menurut Slavin (2000), dalam STAD siswa ditempatkan dalam kelompok belajar beranggotakan empat orang yang hiterogen yakni merupakan campuran menurut tingkat kinerja, jenis kelamin, suku, dan lain-lain.

                    Tahap-tahap pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah terdiri enam fase sebagai berikut :
FASE
TINGKAH LAKU GURU
Fase – 1
Menyaampaikan tujuan dan memotivasi siswa

- Menyampaikan tujuan pembelajaran atau indicator hasil belajar
-           Memotivasi siswa
-          Mengkaitkan pelajaran sekarang dengan yang terdahulu
Fase – 2
Menyajikan informasi

-   Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau bacaan
Fase – 3
Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar

-  Menjelaskan kepada siswa cara membentuk kelompok belajar
-      Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar ( setiap kelompok beranggotakan 4-5 orang yang heterogen )
Fase – 4
Membeimbing siswa beklerja dan belajar

-   Membinmbing kelompok-kelompok belajar pada saat siswa mengerjakan tugas.
Fase – 5
Evaluasi

-    Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau meminta siswa mampresentasikan hasil kerjanya, kemudian dilanjutkan dengan diskusi
Fase – 6
Memberikan penghargaan

-   Memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi baik secara individu maupun kelompok.

Guru menyajikan pelajaran dan kemudian siswa bekerja didalam kelompok mereka untuk memsatikan bahwa seluruh anggpta kelompok telah menguasai materi pelajaran tersebut. Akhirnya kepada seluruh siswa diberikan tes tentangmateri itu. Pada waktu tes ini mereka tidak dapat saling membantu. Poin setipa anggota tim ini selanjutnya dijumlahkan untuk mendapatkan skor kelompok. Tim yang mencapai keriteria tertentu diberikan penghargaan atau sertifikat/ ganjaran lain.

Tipe Team Games Tournamens (TGT). Pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah suatu pembelajaran  dimana setelah kehadiran guru, siswa pidah kekelompoknya masing-masinguntuk saling membantru  menjawab pertanyaan-pertanyaan dari materi yang diberikan. Sebagai ganti dari tes tertulis, setiap siswa akan bertemu seminggu sekali pada meja turnamen dengan dua rekan dari kelompok lain. Tiga siswa dalam setiap turnamen. Mereka menjawab satu pertanyaan yang sama, yang telah dibahas bersama-sam dalam kelompomnya. Dengan cara ini setiap siswa berkesempatan menyumbangkan skor sebanyak-banyaknya untuk kelompoknya.
Tahap-tahap (skenario) dalam pembelajaran koopertaif tipe TGT adalah sebagai berikut :

Pembentukan kelompok . Kelas dibagi atas kelompok-kelompok kecil yang anggotanya terdiri dari 4-5 siswa. Perlu diperhatikan bahwa setiap kelompok mempunyai sifat hiterogen dalam hal jenis kelamin, kemampuan akademik, dll. Masing-masing kelompok diberi kode, misalnya I, II, III, dan seterusnya. Sebelum materi pelajaran diberikan , kepada siswa dijelaskan bahwa mereka akan bekerjasama dalam kelompok selama beberapa minggu dan memainkan permainan akademik untuk menambah poin bagi nilai kelompok mereka, dan bahwa kelompok yang nilainya tinggi akan mendapatkan penghargaan.

Pemberian materi. Materi pelajaran mula-mula diberikan melalui presentasi kelas, berupa pengajaran langsungatau diskusi bahan pelajaran yang dilakukan guru, menggunakan audiovisual. Materi pengajaran dalam TGT dirancang khusus untuk menunjang pelaksanaan turnamen. Materi ini dapat dibuat sendiri dengan jalan mempersiapkan lembaran kerja siswa.

Belajar kelompok. Kepada masing-masing kelompok diberikan LKS yang telah disediakan untuk di selesaikan.fungsi utama kelompok ini adalah memastikan semua anggota kelompok belajar, dan lebih khusus lagi untuk menyiapkan anggotanya agar dapat mengerjakan soal-soal latihan yang akan dievaluasi melalui turnamen. Setelah guru  memberikan materi I, kelompok bertemu untuk mempelajari lembar kerja dan materi lainnya. Dalam belajar kelompok, siswa diminta mendiskusikan masalah secara bersama-sama, membandingkan jawabannya, dan mengereksi miskonsepsi jika teman satu kelompok membuat kesalahan.

Turnamen. Turnamen dapat dilaksanakan tiap bulan aatau tiap akhir pokok bahasan. Untuk melaksanakan turnamen, langkahnya adalah sebagai berikut :
Membentuk meja turnamen disesuaikan dengan banyaknya siswa pada setiap kelompok
      Menentukan rangking ( berdasrkan kemampuan ) setiap siswa pada masing-masing kelompok.
      Menetapkan siswa dengan rangking yang sama pada meja yang sama.
      Masing-masing siswa pada meja turnamen  bertanding untuk mendapatkan skor sebanyak-banyaknya.
      Skor siswa dari masing-masing kelompok dikumpulkan, dan ditentukan kelompok yang mempunyai   jumlah kumulatif tertinggi sebagai pemenang pertandingaan.

Skor individu. Skor individu adalah skor yang diperoleh masing-masing anggotadalam teks akhir.

Skor kelompok. Skor kelompok diperoleh dari rata-rata nilai perkembanmgan anggota kelompok. Nilai perkembangan adalah nilai yang diperoleh oleh masing-masing siswa dengan membandingkan skor pada tes awal dengan skor pada tes akhir. Perhitungan nilai perkembangan sama dengan pada tipe STAD.

Penghargaan. Segera setelah turnamen, hitunglah nilai kelompok dan siapkan sertifikat kelompok untuk menghargai kelompok yang bernilai tinggi. Keberhasilan nilai kelompok dibagi dalam tiga tingkatan penghartgaan, sama seperti pada tipe STAD.

Tipe Jigsaw. Koopertif tipe Jigsaw ini dikembangkan oleh Elliot Aronson’s. kooperatif tipe jigsaw ini didesain  untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya. Dengan demikian siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerjasama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan.
Dalam penggunaan kooperatif tipe Jigsaw ini, dibentuk kelompok-kelompok heterogen beranggotakan 4-6 siswa. Materi pelajaran disajikan kepada siswa dalam bentuk tes dan setiap siswa bertanggungjawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian materi tersebut kepada anggota kelompok lainnya ( Arends 2001 ).

Anggota pada kelompok yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk diskusi ( antar ahli ), saling membantu satu dengan lainnya untuk mempelari topik yang diberikan ( ditugaskan ) kepada mereka. Kemudian siswa tersebut kembali pada kelompok masing-masing (kelompok asal) untuk menjelaskan kepada teman-teman satu kelompok tentang apa yang telah dipelajari. Dengan demikian penggunaan tipe Jigsaw terdapat dua jenis kelompok, yakni kelompok asal dan kelompok ahli. Dalam pengorganisasian belajar seperti ini memiliki keterkaitan dengan “ Penggunaan Tutor Sebaya “.

            Tahap-tahap pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah sebagai berikut :
FASE
TINGKAH LAKU GURU
Fase – 1
Menyaampaikan tujuan dan memotivasi siswa
- Menyampaikan tujuan pembelajaran atau indicator hasil belajar
-   Memotivasi siswa
- Mengkaitkan pelajaran sekarang dengan yang terdahulu

Fase – 2
Menyajikan informasi

-        Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau bacaan
Fase – 3
Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar

-  Menjelaskan kepada siswa cara membentuk kelompok belajar
-    Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar
( setiap kelompok beranggotakan 5-6 orang yang heterogen , dan setiap anggota diberi tanggungjawab untuk memepelajari bagian tertentu, bzhzn yang diberikan untuk menjadi ahli pada masing-masing bagian tertentu )
Fase – 4
Membeimbing kelompok beklerja dan belajar

-      Membinmbing kelompok-kelompok belajar pada saat siswa mengerjakan tugas.

Fase – 5
Evaluasi

-   Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau meminta siswa mampresentasikan hasil kerjanya, kemudian dilanjutkan dengan diskusi
Fase – 6
Memberikan penghargaan

-   Memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi baik secara individu maupun kelompok.

Jigsaw  didesain selain untuk meningkatkan rasa tanggungjawab siswa secara mandiri juga dituntut saling ketergantungan yang positif ( saling membantu ) terhadap teman sekelompomknya. Pada akhir pembelajaran diberikan tes kepada siswa secara individual. Materi yang diteskan meliputi materi yang telah dibahas. Kunci pembelajaran tipe Jikgsaw adalah interdependensi setiap siswa terhadap anggota kelompok yang memberikan informasi yang diperlukan dengan tujuan agar dapat mengerjakan tes dengan baik.

Tipe Teams Assited Individulization (TAI). Pembelajaran kooperatif tipe TAI adalah suatu pembelajaran kelompok dengan cara :
1.    Meminta siswa bekerja dalam kelompok-kelompok pembelajaran
2.    Bertanggungjawab dalam pengaturan dan pengecekan secara rutin,
3.    Saling membantu memecahkan masalah dan saling mendorong untuk berinteraksi

Komponen-Komponen Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI
Komponen Pertama TEAMS
Ø  Kelompok yang dibentuk beranggotakan  4 s.d 6 siswa
Ø  Anggota kelompok heterogen
Ø  Fungsi kelompok adalah memastikan bahwa semua anggota kelompok ikut belajar dan lebih khusus lagi mempersiapkan anggotanya untuk mengerjakan tes dengan baik
Komponen Kedua Student Creative
   Ø  Pemberian metode pemecahan masalah secara tahap demi tahap
Ø  Pemberian tes formatif  (misalnya dalam bentuk LKS)
Ø  Pemberian tes Unit  

Komponen Ketiga Team Study
Ø Para siswa membentuk pasangan-pasangan atau bertiga dalam suatu kelompok
Ø Para siswa membaca tes formatif
Ø Masing-masing siswa mengerjakan soal pertama dengan menggunakan cara sendiri, kemudian meminta seorang teman sekolompoknya untuk memeriksa jawaban
Ø Apabila jawabannya semua benar, maka boleh meneruskan tes sumatif. Apabila ada yang salah, siswa harus mencoba kembali soal tersebut sampai benar.
Ø Jika ada siswa yang mengalami kesulitan, maka disarankan meminta bantuan dari teman kelompoknya sebelum meminta pada guru
Ø Tidak diperbolehkan mengambil tes sumatif sebelum lulus tes formatif
Ø Siswa yang menyelesaikan tes unit merupakan tes akhir untuk menentukan skor kelompok

Komponen Keempat Team Scores and Recognition
Ø Setia minggu, guru menghitung skor kelompok
Ø Skor didasarkan pada jumlah rata-rata sumatif yang tercakup oleh anggota kelompok
Ø Menentukan peringkat setiap kelompok

Komponen Kelima  Teaching Group
     Guru melakukan proses pembelajaran langsung pada kelompok-kelompok

Komponen Keenam Fact Test
     Dua kali seminggu, para siswa mengambil tes-tes tiga menit berdasarkan fakta

Komponen Ketujuh Whole-Class unit
Ø Setelah tiga minggu, guru menghentikan program individual yang digunakan dalam menyelesaikan tes
Ø Guru membahas strategi pemecahan masalah selama satu minggu.

ExamplesNonExamples
Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Langkah-langkahnya adalah :
1.       Mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2.       Menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP.
3.  Memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar.
4.    Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
5.       Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
6.    Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
7.       Kesimpulan.

Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
Pada metode ini siswa dibentuk kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap wacana/ kliping.
Langkah-langkah:
1.       Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen.
2.       Memberikan wacana / kliping sesuai dengan topik pembelajaran.
3.   Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana / kliping dan ditulis pada lembar kertas.
4.       Mempresentasikan / membacakan hasil kelompok.
5.       membuat kesimpulan bersama.

Kepala Bernomor Struktur (Modifikasi dari Number Heads).
  
Siswa dikelompokkan dengan diberi nomor dan setiap nomor mendapat tugas berbeda dan  nantinya dapat  bergabung dengan  kelompok  lain  yang bernomor sama untuk bekerjasama.
Langkah-langkah:
1.     Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
2.     Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai.
3.Jika perlu, guru bisa menyuruh kerjasama antarkelompok, siswa disuruh keluar dari  kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini, siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerjasama mereka.
4.        Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain.
5.       Kesimpulan
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Khadijah Tabrani - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger