Kisah Ashabul Fil

Sunday, May 27, 20120 komentar

Ashabul Fil atau pasukan Gajah adalah bala tentara Abrahah bin Al-Asram Al-Habsyi yang memerintah Yaman setelah Yusuf Dzu Nuwas. Raja ini berangkat menuju Mekah Al-Mukarramah pada tahun 571 M, tahun ketika Rasulullah saw dilahirkan untuk menghancurkan Ka’bah dengan maksud agar dia bias mengalihkan perhatian bangsa Arab dari Ka’bah ke Gereja Qullais yang dia bangun di Shan’a. niat menghancurkan Ka’bah tersebut semakin tumbuh manakala melihat kenyataan, gereja yang dibangunnya di Yaman bahkan tidak diindahkan oleh masyarakat Yaman sendiri. Mereka bahkan tetap berbondong-bondong berziarah ke Ka’bah di Mekah.
Saat penyerbuan, di bagian terdepan dari pasukan bergajah itu terdapat seekor gajah yang sangat besar. Sebuah riwayat menyebutkan, ketika Abrahah bersiap-siap memasuki Mekah dan menyiapkan Gajah yang besar ini untuk melakukan perjalanan, tiba-tiba Gajah itu duduk menderum. Lalu, mereka berusaha menyuruhnya berdiri, tapi mereka tidak mampu membuatnya beranjak dari tempat duduknya. Kemudian, mereka menghadapkannya kea rah Syam, gajah itu pun berlari. Setelah itu mereka mengarahkannya ke Yaman, gajah itu pun melaju. Akan tetapi, ketika diarahkan ke Mekah, gajah itu tidak mau beranjak.

Di dekat Mekah Al-Mukarramah, Abrahah dan bala tentaranya merampas harta masyarakat Arab. Di antara harta yang dirampasnya adalah unta milik Abdul Mutalib bin Hasyim, kakek Rasulullah saw. Ketika Abdul Mutalib meminta unta tersebut kepada Abrahah, Abrahah terperanjat kaget seraya berkata, “Apakah hanya untuk dua ratus ekor unta ini engkau menemuiku? Sementara, engkau meninggalkan sebuah rumah yang menjadi agamamu dan agama nenek moyangmu. Kini aku datang untuk menghancurkannya, apakah engkau tidak hendak membicarakannya kepadaku?”

Abdul Mutalib pun berucap, “Sesungguhnya, aku adalah pemilik unta ini dan sesungguhnya rumah itu sudah memiliki pemiliknya sendiri yang akan melindungi darimu”.

Dzu Nafar, seorang bangsawan Arab, mengerahkan masyarakatnya untuk menahan gerak maju Abrahah. Akan tetapi, dia dikalahkan dan ditawan. Nufail bin Habib Al-Khat’ami memimpin pasukan Kabilah Syahran dan Nahis. Namun, dia juga dikalahkan dan dijadikan penunjuk jalan bagi Abrahah dan pasukannya adalah seorang pengkhianat bernama Abu Righal. Sekarang kuburannya terletak di Mughammas, satu tempat yang terletak di jalanan menuju Ta’if.

Allah swt, mengirimkan burung-burung Ababil (serombongan demi serombongan) untuk melempari pasukan Abrahah dengan batu yang terbuat dari tanah liat yang sudah terbakar. Lalu, dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat sebab angin menghembuskannya ke kanan dank e kiri sehingga bertebaran. Kisah ini terdapat dalam surah Al-Fil.

Sumber: Syaamil Al-Qur'an. The Miracle

Silahkan kunjungi website ini http://www.khodijahenterprise.com/
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SAHABAT PENA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger