Nasehat Pernikahan

Saturday, May 26, 20120 komentar

Tiap-tiap pihak, baik suami maupun istri, hendaknya memiliki keinginan untuk bisa selalu bersama menjalani hidup. Tanpanya, maka tidak akan ada perubahan atau pembaruan. Bila salah satu pihak berasumsi buruk pada pasangannya, hal tersebut hanya akan mengecilkan pasangannya.
Memperbarui pernikahan adalah tanggungjawab bersama dan hal ini hendaknya dilakukan secara bersama-sama.
Banyak permasalahan yang timbul karena keegoisan dan kesombongan. Permasalahan dalam rumah tangga ummunya timbul karena kesombongan suami atas istrinya ataupun keegoisan istri atas suaminya.
Tidak ada terapi terbaik bagi mereka yang sombong kecuali dengan mengaplikasikan sifat rendah hati. Sifat rendah hati yang dimaksud adalah sebagaimana yang tergambar dalam firman-Nya.

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (Al-Furqan [25]- 63).

Fenomena yang banyak terjadi menunjukkan bahwa umumnya kesombongan yang ada dalam diri istri dikarenakan harta, kecantikan, dan garis keturunan, sedangkan kesombongan pada diri suami dikarenakan pendidikan, karir, dan status social.

Bukan rahasia umum, bahwa kesombongan satu pihak hanya akan membuat pihak lain merasa sedih dan merasa bahwa dirinya tidak berharga. Hal inilah yang tanpa disadari mengatarkan keduanya pada kehancuran.

Sesungguhnya konsistensi suami istri dalam berprilaku baik, sebagaimana yang diarahkan oleh Al-Quran dan Sunnah, akan menghantarkan keduanya menuju kehidupan pernikahan yang terbaik. Perilaku baik adalah benteng bagi pernikahan dari segala kehancuran dan penyimpangan. Allah menggambarkan Rasul-Nya dengan perilaku baik, sebagaiman tergambar dalam firman-Nya.

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar erbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam[68]:4)

Urgensi berperilaku baik ditegaskan oleh Rasulullah dalam ucapannya.

“sebaik-baik kalian adalah mereka yang berbuat baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang terbaik dari kalian dalam berbuat baik kepada keluargaku sendiri.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Pada sahabat pernah melakukan Rasulullah dalam berperilaku baik kepada keluarganya dengan ungkapan, “Beliau selalu berada di tengah-tengah keluarganya. Di kala datang waktu shalat, maka ia pun berdiri untuk melaksanakan shalat.” (HR Bukhari)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SAHABAT PENA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger